Tafsir Al Baqoroh (2) : ayat 25

 Artinya: "Dan sampaikan berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rizki buah-buahan dalam surga itu, mereka mengatakan: Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya".

Jika ayat sebelumnya menceritakan orang-orang kafir yang diancam siksaan api neraka, maka dalam ayat ini dijelaskan nasib orang-orang yang beriman sehingga dengan memperbandingkan nasib dua kelompok tersebut hakikatnya akan lebih jelas. Pada dasarnya iman tanpa dibarengi dengan amal saleh, tidak akan berguna. Iman maupun amal apabila berdiri sendiri tidak akan menjamin kebahagiaan manusia. Iman ibarat akar pohon, dan amal saleh adalah buahnya. Buah yang manis adalah bukti dan kesuburan pohon, dan pohon yang kuat menyebabkan terawatnya buah yang baik.

Orang-orang yang tidak beriman kadang-kadang melakukan amal baik, akan tetapi karena iman tidak tertanam dan tidak berakar pada jiwa mereka maka amal baik tersebut tidak akan pernah abadi. Tempat orang-orang beriman di hari kiamat adalah surga yang kebun-kebunnya selalu hijau penuh dengan buah dan air yang mengalir di bawah pohon-pohonnya. Meskipun buah-buahan surga bentuknya mirip dengan buah-buahan dunia, namun dari rasa dan baunya sungguh jauh berbeda.

Meskipun dalam Al-Quran banyak ayat yang menceritakan tentang nikmat-nikmat surga dalam bentuk materi, seperti kebun, istana dan istri, namun di balik itu banyak ayat lain juga mengisaratkan tentang nikmat-nikmat surga dalam bentuk maknawi. Seperti dalam surah At-Taubah ayat 72, setelah menyebutkan nikmat-nikmat surga secara materi, juga mengatakan: ..... " Dan keredhaan Allah jauh lebih besar" artinya, keredhaan Allah adalah kenikmatan yang jauh lebih besar.

Dalam surah Al-Bayyinah ayat 8 juga dikatakan: ... "Allah redho kepada mereka dan mereka juga redho kepada-Nya". Nampaknya hal-hal yang berkaitan dengan nikmat surga yang dijelaskan dalam Al-Quran, seperti tempat tinggal penduduk surga, pada dasarnya bukan sebagai balasan sempurna bagi mereka. Akan tetapi keberadaan mereka di tengah-tengah para nabi dan wali-wali Allah, orang-orang suci dan orang-orang saleh adalah bagian dari keuntungan maknawi dan kenikmatan bagi penduduk surga.

Kesimpulan dari ayat yang kita pelajari adalah sebagai berikut:

1) Untuk pendidikan yang benar, di samping ancaman juga harus diiringi dorongan. Selain berisi ancaman neraka bagi orang-orang kafir, juga ayat ini berisi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.

2) Bukti adanya iman berada pada amal saleh. Oleh karena itu Al-Quran selalu menggandengkan dua hal tersebut dan berkata: "Orang-orang yang beriman dan melakukan amal saleh".

3) Dalam bahasa Al-Quran, amal saleh dan kebajikan adalah amal yang dilakukan dengan ihlas hanya untuk Allah, oleh karena itu amal saleh dijelaskan setelah iman kepada Allah.

4) Penderitaan yang dirasakan orang-orang beriman di dunia dalam menjaga halal haram, di akhirat kelak surga sebagai balasannya.

5) Semua kenikmatan di dunia bisa hilang dan berakhir, oleh karena itu mereka gelisah dan sedih akan kehilangan hal tersebut. Adapun kenikmatan akhirat bersifat abadi dan selamanya oleh karena itu mereka tidak akan pernah sedih. Dalam sebuah ayat dikatakan: "Mereka tinggal di surga selama-lamanya". Penduduk surga selalu dalam keabadian.

6) Istri yang ideal adalah istri yang bersih dari berbagai segi, baik dari segi ruh dan hati, juga dari segi tubuh dan badan. Oleh karena itu, berkaitan dengan istri bagi penghuni surga, ayat ini berkata: "istri-istri yang suci".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar